H-E-C-T-I-C


Pertengahan bulan April-Mei 2018 ini mungkin akan jadi bulan tersulit gua di tahun ini. Setelah kelar UTS kemarin seketika semua tugas turun dari langit menghampiri gua. Bukan hanya tugas kuliah, tapi juga tugas organisasi yang gua ikutin. Belum lagi ada serpihan masalah kecil yang lain. 

Pertama adalah gua diberi tanggung jawab menjadi koordinator dari divisi logistik. Selama gua berkontribusi dalam organisasi ini kurang lebih 1 tahun ini untuk pertama kalinya gua di tempatkan di logistik, dan gak tanggung-tanggung langsung jadi coordinator. Suatu hal yang cukup menantang untuk gua apalagi terakhir gua menjadi divisi logistik sendiri sekitar delapan SMP, sudah cukup lama bukan?. Disini gua merasakan gimana rasanya dateline sudah H-7 tapi persiapan masih 60%. Overall untuk divisi logistrik sukses tapi masih kurang banyak banget sih karena beberapa miss-com, bahkan bila diberi nilai 1/10 gau merasa cuma 5/10 aja.

Kedua, ada tugas mata kuliah yang mengharuskan mengadakan seminar tentang gizi dengan target mahasiswa di kampus gua. Semua berjalan lancar sampai pada saat tiba-tiba target peserta pada jurusan yang gua tuju tiba-tiba gak bisa mengikuti kegiatan gua. Seketika panitia panik, belum sempet panik pertama hilang tiba-tiba tanggal pelaksaaan bertabrakan dengan acara yang diadakan jurusan gua tiap semesternya, sehingga tanggal dimajukan seminggu lebih awal. Bayangkan dengan persiapan empat hari dengan dipotong dua hari libur kita harus mengulang lagi surat peminjaman ruang yang biasanya syukur dua hari udah di acccept, belum lagi membeli seminar kit, dekorasi ruangan, dan masih banyak lagi. Gua merasa bersyukur ketua pelaksana dan panitia gerak cepat, sedangkan gua kebetulan ada urursan keluarga sehingga terpaksa kurang berkontribusi banyak. Overall acara sangat amat lancar, mungkin gua bisa memberi penilaian 8/10 bahkan mungkin lebih karena dengan persiapan kurangdari 4 hari persiapan acara ini lancar.

Ketiga mungkin ini penyebab gua bener-bener terpuruk. Gua pertengahan April ingin mendaftar kedalam suatu sekolah kedinasan, kesalahan gua adalah gua selalu menunda pendaftaran karena satu dan lain hal. Akibatnya saat gua sudah mendaftar online ada pemberitahuan bahwa persyartaan dikumpulkan ke panitia daerah dan ternyata gua cuma diberi waktu 2 hari setelah mendaftar online. Seketika gua nge-blank, bingung, speechless. Dengan waktu dua hari gua harus menyiapkan segala berkas yang mengharuskan gua ke Jakarta. Dan gau hitung-hitung waktunya ternyata engga cukup, dengan terpaksa gua melepas lagi cita-cita gua.  Beberapa waktu kemudian gua dikasih informasi kalau ada seseorang yang dulunya ingin masuk jurusan gua tapi dia lebih memilih universitas lain di Bogor, dan secara mengejutkan ternyata dia sekarang sudah menjadi taruna di sekolah kedinasan yang gua inginkan. Jujur gua kaget bener-bener sedih, semangat gua seketika padam, gak punya arah tujuan. Bisa dibilang gua langsung down bahkan jatuh terpuruk.

Komentar

Postingan Populer