Gagal

Apa itu paskibra atau apa itu paskibraka dan apa perbedaannya ? gak akan gua jawab wkwk karena kalian bisa cari sendiri di internet yaa.Yang ingin gua bahas adalah bagaimana perjalanan gua tentang meraih keduanya. Yap, saat gua kecil dulu dan gua inget banget kala itu gua kelas 4 SD saat 17 Agustus karena pulangnya lebih awal gua memutuskan untuk..... nonton tv hehe. Nah entah kenpa gua dulu setelah pulang sekolah pasti nonton serial kartun, masih wajar kan anak kecil nontonya kartun bukan sinetron hehe.

Sekitar jam 9-an gua dan pikiran gua yang iseng mencoba menonton channel tentang pengibaran bendera di Istana Merdeka. Entah sihir apa kala itu yang menyihir gua hingga tak mau mengganti channel tv itu. Setelah gua nonton rangkain laporan Komandan Upacara dan lainnya tibalah sang "bintang utama" muncul. Mereka adalah kakak-kakak PASKIBRAKA 2009. Dengan derap langkah yang sama , uniform putih yang diselipkan kain kacu berwarna merah-putih dileher dengan kepala ditutupi peci beludru hitam, membuat tingkat ke-wibawa-an mereka meningkat hingga 1000%. Kala itu bocah 4 SD yang menonton merasakan jatuh cinta pertama yang sesungguhnya. Yap gua jatuh cinta dengan PASKIBRA dan yang berbau sejenisnya. Saat itu pikiran gua 'bisa gak ya jadi pengibar disana', 'prestasi macam apa yang dibutuhkan untuk jadi seperti mereka', 'Kayanya susah jadi seperti mereka gamungkin deh bisa kaya merek', dan masih banyakk lagi nethink lainnya.

SMP menjadi ajang gua memulai karier ke-paskibra-an gua. Dengan pikiran sederhana gua kala itu 'Gua ikut paskibra kemungkinan bisa jadi PASKIBRAKA ISTANA'. Sejak saat itu dimulailah penderitaan(?) gua. Untuk masa SMP kala itu yang masih menyisihkan antara baik dan buruknya suatu hal, mendapat doktrin paskibra yang bisa dibilang berat membuat pressure tersendiri. Tapi sesuai kata pepatah "Suka karena terbiasa" secara tak langsung gua dan teman-teman menikmati proses itu.

Menginjak SMA, setelah gua berhasil mengikuti serangkaian pendidikan paskibra di SMP mulai muncul lah sebuat titik dimana "Gua TAKUT". Melihat perjuangan gua di SMP  bisa dibilang melelahkan membuat gua gak berani mengikuti paskibra SMA yang notabene nya jauh lebih berat. Gua akhirnya mencoba mencalonkan diri menjadi petugas 17 agustus di sekolah dan mulai latihan H-4 gilaa dan langsung belajar formasi. Disitu mental gua benar benar hancur karena di kelas 9 gua yang nge mental lalu kelas 10 gua di mental lagi bahkah lebih parah membuat gua disitu takut. Setelah upacara 17 Agustus ada sesi bercengkrama dengan senior saat gua ditanya 'Masih mau lanjut atau tidak?', gua denga  polosnya menjawab 'Siap insyaallah TIDAK'. Setelah itu saat teman-teman gua latihan mingguan gua langsung menghindar se-menghindar mungkin.

Saat menjelang kelulusan disitulah baru gua merasakan ada suatu hal yang gua lupakan itu adalah "Menjadi PASKIBRAKA". Gua kala itu berfikir 'Yang bisa ikut seleksi hanya kelas 11' ternyata salah total, ternyata kelas 10 lah yang lebih diutamakan menjadi PASKIBRAKA. Gua seketika langsung mencari semua persyaratan seleksi bahkan dengan ke-sok-akrab-an gua kenalan dengan PASKIBRAKA mulai dari kota bahkan sampai nasional. Dan jawaban mereka semua sama 'Yang bisa ikut seleksi hanya kelas 10 dan kelas 11 dan kelas 11 nya bukan yang mau lulus' betapa hancurnya perasaan gua. Saat itu timbul pikiran 'kenapa gua gak ambil reguler aja' 'kenapa gua gak gini kenapa gua gak gitu dan seterusnya'. Hingga untuk pertama kalinya gua merasaakan rasanya di tolak cinta pertama gua yaitu menjadi PASKIBRAKA.

Komentar

Postingan Populer